Tujuan berwisata adalah pulang dengan selamat, kembali menjalani kerutinan hidup sehari-hari, setelah menyegarkan kembali pikiran yang sempat jenuh dengan cara bersenang-senang menjelajah. Karenanya, PANDUMU menganut mazhab “wisata dan petualangan terukur”. Yakni, setiap kegiatan wisata dan petualangan harus dapat dikenali rinciannya sebelum melakukannya, guna mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi. Dengan kata lain: mengutamakan prosedur keselamatan (safety procedure), menolak extreme sport, apalagi aksi nekat tak bertanggung jawab.

wi.sa.ta
: bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan sebagainya)
—KBBI Edisi V

Maka, pemeringkatan kegiatan wisata dan tualang diperlukan untuk memudahkan pembaca memilih kegiatan wisata yang sesuai kecakapannya—dan dapat kembali pulang dengan selamat.

Tidak ada kegiatan wisata yang sepenuhnya tanpa risiko. Semua kegiatan berisiko. PANDUMU mengelompokkan tingkatan (grade) antisipasi-risikonya menjadi “mudah”, “sedang”, “sulit”, dan “ekstrem”.

ber.tu.a.lang
: mengembara ke mana-mana, melakukan kegiatan yang menantang dan berisiko tinggi

Kegiatan-kegiatan wisata (bepergian bersama-sama untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan sebagainya —KBBI Edisi V) bisa jadi mengandung unsur petualangan (kegiatan yang menantang dan berisiko tinggi). Sebaliknya, kegiatan petualangan tentu mengandung unsur wisata. Namun, untuk memudahkan pengelompokan, PANDUMU membedakan keduanya dan membagi kegiatan menjelajah menjadi dua kategori: wisata dan tualang (petualangan).

Saat kegiatan menjelajah dinilai bertingkat-antisipasi-risiko “ekstrem”, kegiatan itu dikategorikan “petualangan”. Kegiatan-kegiatan yang dinilai “mudah” sampai “sulit” antisipasi risikonya, masuk dalam kategori “wisata”.

Selanjutnya, kegiatan petualangan (grade ekstrem) diperingkatkan lagi menjadi tiga ekstremitas, berdasarkan hal-hal yang dibutuhkan untuk melaksanakannya.

Ukuran-ukuran (kriteria) yang mendasari penetapannya diuraikan dalam tabel di bawah ini.