5 Tempat Bersejarah yang Instagrammable

Instagrammable Banda Neira
Banda Neira (Foto: DX News)

Selain kaya akan nilai sejarah, alangkah baiknya jika destinasi tempat liburan juga catchy saat dipampang di instagram. Bukan begitu?

Liburan bagi banyak orang kini bukan lagi semata-mata sekadar having fun ke tempat-tempat yang cantik tetapi “kosong”. Apalagi anak-anak muda sekarang sudah lebih kritis mencari tempat yang kaya akan nilai historis, sekaligus kece untuk diunggah ke Instagram. Tempat-tempat macam mana sajakah itu? Cek rekomendasinya di bawah ini.

1. Lasem, Rembang

Hanya berkisar 4 jam dari Semarang, kamu dapat menemukan apa yang disebut-sebut orang sebagai “Tiongkok Kecil”. Dulunya Lasem adalah salah satu pusat candu dunia di era Hindia Belanda dan sangat berjaya pada masanya. Saat menjejakkan kaki di sana, yang akan spontan kaujumpai mungkin sekali keheningan dan bangunan-bangunan kuno yang dimakan kenangan.

Klenteng Cu An Kiong
Dibangun pada abad ke-16, Klenteng Cu An Kiong di Desa Soditan, Lasem, Rembang, dipercaya sebagai klenteng tertua di tanah Jawa. (Foto: KlikHotel)

Salah satu tempat yang kerap menjadi persinggahan pelancong adalah “rumah opa-oma”. Kamu bakal takjub dengan kesetiaan mereka tinggal di rumah kuno penuh barang-barang antik yang tak sampai hati dilepas. Konon banyak investor dari Jakarta yang datang ke Lasem dengan niat membeli kayu atau tegel sebagai bahan bangunan guna membangun restoran atau hotel. Sebagian penduduk ada yang melepasnya, sebagian lain enggan menjual pusakanya.

Buat kamu penyuka kota lama lengkap dengan atmosfernya, Lasem adalah satu pilihan yang pas. Oh, jangan lupa menyesap Kopi-lelet Lasem-nya, ya.

2. Pulau Seribu, Jakarta

Sudah sejak dulu Pulau Seribu dikenal dengan lokasi escape paling terjangkau dari Jakarta. Banyak juga paket weekend getaway yang menawarkan perjalanan ke sana. Beberapa pilihan yang termasuk wajib dikunjungi adalah Pulau Macan, Pulau Pari, Pulau Bidadari, Pulau Tidung, dan Pulau Anyer.

Jangan lupakan Pulau Onrust. Pada masa VOC, pulau itu merupakan tempat tetirah raja-raja Banten, selain menjadi gudang penyimpanan barang-barang dan senjata serta persinggahan kapal-kapal dagang Belanda dulu.

Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, Jakarta
Pulau Onrust (Foto: Life, Live, and Love)

Selesai dengan Onrust, ada Pulau Kelor yang memiliki Benteng Martello, salah satu kastel pertahanan Inggris. Benteng yang sama bisa kamu temui di Skotlandia, Bermuda, Kanada, dan wilayah-wilayah lain bekas jajahan Inggris. Salah satu spot autentik saat mampir ke Kelor adalah berfoto dengan latar benteng ini!

3. Kota Tua, Jakarta

Destinasi lain yang murah meriah dan tak bosan-bosannya dikunjungi adalah Kota Tua Jakarta. Kalau kamu belum tahu, beberapa waktu lalu area ini menjadi perhelatan akbar Asean Literary Festival, 3–6 Agustus 2017. Apa menariknya Kota Tua?

Banyak informasi berharga sarat muatan sejarah yang bisa kamu gali di sana. Ada Stasiun Kereta Api Kota Tua yang kental gaya Belandanya, Museum Fatahillah yang punya koleksi benda-benda bersejarah dari abad ke-17–19, dan Museum Wayang.

Kafe Historia, Kota Tua Jakarta
Kafe Historia, cagar budaya dalam Kota Tua Jakarta (Foto: Ester Pandiangan)

Jangan lupa singgah di Kafe Historia untuk icap-icip menu Betawi di sana. Paduan suasana tempo doeloe dan kuliner khas yang lezat akan kamu temui di kafe yang merupakan cagar budaya itu. Cobalah memesan Es Tajin dan Bandeng Bakar Sambal Matah yang wuokeeeh-nya sampai ke hati. #eaaa

4. Museum Tjong A Fie, Medan

Di museum yang dibuka untuk umum sejak 2009 ini, kamu bisa menyaksikan akulturasi kebudayaan Tionghoa-Melayu pada zaman Hindia Belanda. Bangunannya mirip latar film-film kung fu zaman dulu. Paduan warna merah dan hijaunya menawarkan keteduhan yang nyaman. Belum lagi menilik makna ruang-ruangnya, misalnya area terbuka di tengah ruangan yang dianggap sebagai “pintu berkah” dari langit.

Museum Tjong A Fie, Medan
Museum Tjong A Fie, Medan (Foto: Iqbal Fauzan)

Museum Tjong A Fie adalah peninggalan orang paling kaya di Medan dahulu kala. Sebagai museum, banyak barang-barang peninggalan berusia ratusan tahun yang dipamerkan. Di antaranya adalah pakaian-pakaian kebesaran Tjong A Fie dan istri-istrinya, foto-foto lamanya dengan para pembesar, dan sebagainya.

Tjong A Fie banyak memberikan sumbangsih kebudayaan dan materi pada pembangunan Medan masa dulu. Termasuk pembangunan Istana Maimoon, Masjid Raya Al-Mashun yang kesohor, Masjid Gang Bengkok, dan Jembatan Kebajikan di Jalan Zainul Arifin.

Berada di area kota lama Medan, membuat waktu mengunjunginya bisa efektif karena dapat sekaligus menyinggahi tempat-tempat lainnya, seperti Restoran Tip Top, dsb. Jika kamu ke Medan, mampirlah ke sana dan abadikan kisah perjalananmu “ke masa lalu” itu.

5. Banda Neira, Maluku Tengah

Mungkin sekali sebentar lagi Banda Neira akan menjadi salah satu destinasi yang digandrungi wisatawan, gara-gara pemutaran film Banda The Dark Forgotten Trail.

Sebenarnya nama Banda Neira tidak asing lagi bagi anak-anak muda penggemar band indie yang senang menyanyikan lagu galau-anti-cemen ini: “Badai Tuan telah berlalu/ Salahkah ku menuntut mesra?/ Tiap pagi menjelang/ Kau di sampingku/ Ku aman ada bersama mu….” Ya, nama band yang sudah bubar itu terinspirasi Banda Neira di Kepulauan Banda, Maluku sana.

Di balik namanya yang puitis, Banda Neira juga menyimpan sejarah yang teramat dahsyat. Pada Abad ke-19, Banda merupakan pusat jalur rempah-rempah yang menjadi rebutan Belanda dan Inggris. Harga rempah-rempah melebihi nilai emas saat itu. Kepulauan Banda ditumbuhi pala, salam, serta rempah-rempah lain yang aromanya bisa tercium dalam radius 10 mil lebih dari perairan.

Pada 1667, Pulau Run yang paling terpencil dari Kepulauan Banda ditukar dengan Pulau Manhattan, New York, oleh Belanda kepada Inggris, agar Inggris sudi hengkang dari Banda. Bayangkan kalau pertukaran ini tak terjadi, mungkin New York yang kita kenal sekarang akan berbahasa Belanda!

Itulah 5 tempat bersejarah yang Instagrammable dan karenanya layak dikunjungi. Kalau kamu tahu destinasi-destinasi serupa lainnya, bolehlah tolong tambahi daftarnya lewat kolom komentar, yes?[]

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Vote: Sundul atau Tenggelamkan?

0 points
Sundul Tenggelamkan

Total vote: 0

Sundulan: 0

Persentase sundulan: 0.000000%

Penenggelaman: 0

Persentase penenggelaman: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tua Jakarta

Damai dalam Ramai Kota Tua Jakarta Selepas Senja

Tumpukan Batu, Sarana Ritual Jingitiu, Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur

Menyesap Eskapisme di Negeri Jingitiu