Menemukan Teman di Argopuro

Oleh: Yusi Amalia Sriwantina

 

Foto ini sebagai bukti dan saksi atas cerita perjalanan panjangku kali ini. Setiap perjalanan atau kegiatan apa pun, aku tak pernah lupa untuk selalu menuliskan  cerita di balik setiap perjalanannya sebagai kenangan. Dan ada banyak hal baru yang didapat dari perjalanan, teman baru, pengalaman  baru, ya pokoknya semua hal yang baru, deh.

Hari Jumat, 2 September 2016, aku tiba di puncak Argopuro. Gunung Argopuro memiliki jalur panjang dan landai. Gunung yang berada di daerah Probolinggo, Jawa Timur, ini katanya salah satu pegunungan yang terkenal dengan hal mistisnya.

Perjalanan yang ditempuh sepanjang kurang lebih 40 kilometer menghabiskan waktu beberapa hari. Sejujurnya dan sebetulnya aku dan kawan-kawan baruku ini sebelumnya tak pernah mengenal sama sekali satu sama lainnya. Jangankan bercakap dan bercanda, bertemu sebelumnya pun belum  pernah juga. Tapi walau begitu, entah sudah menjadi tradisi atau apa jika satu pendaki bertemu dengan pendaki lainnya, mereka tak pernah sungkan untuk saling sapa. Begitu juga denganku kepada  mereka.

Sebenarnya tidak hanya kami bertiga saja di sini. Kami berjumlah 16 orang yang  terdiri dari 13 orang pria dan 3 orang wanita. Kalau aku sebutkan semua di sini, mungkin akan panjang ya. Jari kriting nanti karena kebanyakan ngetik. Yang pasti ini pengalaman yang spektakuler, mulai dari saat hendak berangkat keretanya delay. Lalu kami mesti duduk di kursi selama berjam-jam. Kebayang, kan, gimana pegal selama tidur di stasiun kereta. Sampai ada satu pengalaman yang tidak habis kupikir, kami tertinggal kereta. Kenapa bisa ketinggal kereta waktu di Madiun, ya. Dan waktu-waktu ketinggal itu, bukannya panik, atau apalah, ini malah melongo diam saja memerhatikan kereta maju.

Pokoknya banyak, deh, suka dukanya yang aku rasakan selama beberapa hari bersama  15 orang saudara baruku ini. Banyak terimakasih yang aku ucapkan kepada kakak-kakakku yang sudah  melengkapi kisah perjalananku kali ini. Dan semoga ini bukan yang pertama dan terakhir kita jalan bareng.

For these beautiful women, you’re my new sisters. We will go back next time?[]

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Vote: Sundul atau Tenggelamkan?

0 points
Sundul Tenggelamkan

Total vote: 0

Sundulan: 0

Persentase sundulan: 0.000000%

Penenggelaman: 0

Persentase penenggelaman: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bukit Daun Daun

Kekuatan di Ceremai