Jalur-Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Gunung Merbabu tampak dari Merapi
Gunung Merbabu, tampak dari Merapi (Foto: CC Wikimedia Commons)

Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang memiliki ketinggian 3.145 mdpl, berada di 3 wilayah di Jawa Tengah yakni Magelang, Boyolali dan Semarang. Gunung yang secara geografis terletak di 7,5° LS dan 110,4° BT ini menurut catatan Belanda namanya diambil dari kata ‘mer’ yang artinya gunung dan ‘abu’ yang artinya abu.

Gunung Merbabu memiliki medan pendakian yang tidak terlalu sulit, namun tetap terdapat potensi bahaya jika tidak diantisipasi seperti kabut yang tebal, suhu yang dingin, hutan yang tidak mendukung sarana bertahan hidup (survival) dan sumber air yang kurang.

Pemandangan yang disuguhkan di setiap jalur pendakian Gunung Merbabu luar biasa menakjubkan dan indah-indah. Banyak sabana yang bisa memanjakan pemandangan dan membuat pendaki betah. Selain itu, Gunung Merapi, dapat menjadi lanskap yang indah di salah satu jalurnya. Jalur pendakiannya sendiri ada 5 jalur. Berikut ini kelima jalur Gunung Merbabu.

Jalur Selo

Jalur ini sangat populer di kalangan para pendaki Indonesia, dan banyak dijadikan destinasi jalur pendakian menuju puncak Merbabu. Di akhir pekan, atau musim libur, jalur ini ramai didaki. Banyak pemandangan sabana membentang yang dapat memanjakan mata para pendakinya. Dari jalur ini pendaki bisa melihat lanskap Gunung Merapi yang terlihat jelas. Untuk sampai ke pos pendakian yang terdapat gapura selamat datang, bisa melalui akses dari Yogyakarta atau Solo.

Yang harus diperhatikan saat melalui jalur ini adalah persediaan air karena sumber air di jalur ini sangat sulit.

Jalur Kopeng

Jalur Kopeng sendiri memiliki 2 jalur, yakni Tekelan dan Centul, Magelang. Keduanya dapat ditempuh dari Bumi Perkemahan (Buper) Umbul Songo. Di Buper ini pendaki atau wisatawan minat khusus bisa beristirahat sebelum melanjutkan pendakian.

Setelah melewati Buper Umbul Songo, pendaki berbelok ke arah kiri jika ingin mendaki melalui jalur Centul, dan berbelok ke kanan ke arah hutan pinus jika ingin mendaki jalur Tekelan.

Di jalur Centul, banyak tanda penunjuk arah bagi para pendaki. Pos-pos pendakian yakni Pos I, Pos Bayangan I, Bayangan II, Pos Pemancar dan Pos Heliped. Sedangkan di jalur Tekelan, pendaki bisa mendapatkan banyak informasi di Pos Tekelan. Di jalur ini ada 5 pos.

Jalur Wekas

Jalur ini dapat ditempuh selama 6-7 jam menuju puncak. Jalur yang populer di kalangan pendaki Magelang ini banyak terdapat sumber air. Jalur ini pendek, jarang ada lintasan membentang, dan terdapat 3 pos yakni Pos I, Pos II, dan Pos Heliped.

Jalur Suwanting

Jalur Suwanting pertama kali dibuka tahun 1990, namun ditutup pada 1998. Pada tahun 2015 jalur ini kembali resmi dibuka.

Terletak di Dusun Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, jalur ini terkenal indah dengan sabana-sabananya. Ada 3 pos di sepanjang jalur ini, dan si setiap posnya terdapat sumber air untuk dikonsumsi. Jika pendaki datang di musim penghujan, mungkin bisa beruntung menemui padang rumput yang hijau.[]

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Vote: Sundul atau Tenggelamkan?

0 points
Sundul Tenggelamkan

Total vote: 0

Sundulan: 0

Persentase sundulan: 0.000000%

Penenggelaman: 0

Persentase penenggelaman: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nyasar ke Jalan Benar di Pantai Sanur

Nyasar ke Jalan Benar di Pantai Sanur, Bali

Menulis Feature

Menulis Feature, Menuturkan Cerita Berdasar Fakta